Dikelilingi tumpukan barang berharga yang semakin lama terlihat seperti sampah,
saya duduk
Memandangi layar laptop, sesekali melirik layar telepon. Akankah
ada yang menyadari.
Sayang sekali, tidak.
Dan saya tersenyum, kembali terdiam.
Begitu terus
Masih diam
Pandangan kosong.
Terus begitu.
Dan setetes air keluar dari mata kiri ini.
Saya mencoba menghilangkannya dengan seteguk air mineral. Tidak
ada hubungannya dan saya tidak peduli.
Masih pandangan kosong
Masih.
Masih.
Mati.
Titik.