Selasa, 25 Mei 2021

 “Aku rinduuuuuuuuuu”

Tidak sadar aku mengeluarkan suara yang begitu keras, sepertinya seisi rimba ini terbangku akan suaraku

“Ssstt.” Di ujung sana aku bisa melihat rona wajahnya yang menahan malu dan menaruh satu tangan di depan mulutnya memintaku untuk memelankan suara. “Aku disiniiiiiiii” aku sedang setengah berlari ketika dia juga mengeluarkan suara dengan volume yang tak kalah besar. Bodoh.

“Tapi tetap saja, kamu masih jauh! Tetap rinduuu!”

“Yaaa maaf, jadi apa yang kamu inginkan?”

“Peluk!”

“Aku tidak bisa..”

“Aku tahuuu dan itu tidak masalah, aku hanya ingin menyampaikan keinginanku, bukan ingin mewujudkannya,”

Senyuman adalah sebuah hal manis yang selalu merubah keadaan menjadi lebih baik. Itulah yang aku rasakan ketika dengan samar-samar melihat senyumannya, aku tahu keadaan dirinya juga membaik setelah melihat aku tersenyum dari jalanan yang masih jauh menuju dirinya.

Sayangnya, cahaya sore mulai memudar dan bayangannya menghilang.

Setidaknya dia tahu keinginanku!

right in the backseat

 theres so many leftover in your pocket and you said you wont take it off since you know you’ll walking fine and then leaving the pocket right in the backseat. and you know you could make your life goes on.

and i know i could sitting right in that backseat and we both saw it living through a calming air that we breath with. we know we can get them away but we wont.

mungkin, tidak mungkin

 ada ketidakmungkinan yang terkapar mengelilingiku, lalu semua orang akan mengatakan itu pertanda bahwa kau sedang menjalani kehidupan yang normal, ketidakmungkinan itu hanyalah tembok penghalang yang pada akhirnya bisa kau lewati, begitu katanya.

Katanya juga, ketidakmungkinan itu hanyalah sebuah portal komplek, ia memiliki waktu untuk menutup dan membuka maka, kau hanya butuh menunggu waktu ia membuka menjadi sebuah kemungkinan.

Namun kemungkinan hanyalah sebuah ketidakpastian, ialah sebuah angin lembut yang menyusuri kulitmu namun tidak akan memberikan sebuah kesejukan di kala terbakarnya matahari. Ia hanyalah sebuah pelipur lara yang tidak menjadi sebuah kepastian.

Dan sekali lagi, ketidakmungkinan tidak sedang menghalangiku, mereka mengelilingiku.