Jumat, 26 Juni 2015

Jika saja..

Kau pakai kacamatamu lagi
Ku lihat ke atas, tak ada matahari
Kuturunkan pandanganku padamu
Kenapa?
Kau bilang hanya ingin memakai saja
aku mengangguk.
Dulu. Dulu sekali aku pernah berpikir
Mengapa kacamata hitam itu selalu bertengger di bola mata biru itu
Apakah kau baru menangis?
Atau kau ingin menyembunyikan mata indah itu?
Kau tahu, semua orang memohon untuk mendapatkan kesenangan demi melihat warna biru indah disepasang mata itu
Dan terpikir juga olehku
Fikiran yang begitu gila
Apakah kau memakai kacamata itu agar orang tak tahu apa yang kau lihat?
Agar aku tak sadar bahwa kau memerhatikanku?
Karna jujur saja, hal gila itu selalu kulakukan ketika aku berada terlalu dekat disekitarmu.
00.39/06.27.15
----—----—------—-
HAHAHAHAHHA GEWLAA gatau lahhh, baru buka ig dan liat foto niall ketawa bahagia gitu pake kacamata jadi bikin begini HAHAHAHAHAHAHAH
Well this is sooo mess ikr lol lyk who tf can chills their tits down when they see the fookin niall horan with the angel smiles and asdlfjsjsjakskdnshhfhshsh. Right, i kinda remake em lololol

Selasa, 23 Juni 2015

Chance (2)



“then, why’d you have to go and lock me out when I let you in?”

5/18/15. Senin
Bosan dengan xbox-nya, ia menguap dan mematikan permainan itu lalu memilih untuk duduk disofa dimana sosok laki-laki telah bertengger dengan mata tertutup dan raut wajah yang memancarkan kedamainan. Tanpa sadar ia tersenyum; apa yang menjadi pandangannya saat ini ialah kebahagiaan yang takkan bisa terbayar oleh apapun. Siapa yang bisa membayar kebahagiaan lebih dari si belahan hatinya yang meskipun secara harfiah seluruh anggota badannya beristirahat karena tidur, namun pesona dan sinyal kebahagiaannya tetap bekerja meskipun sang empunya tidak menyuruh mereka untuk bekerja. Sosok itu selalu bisa membahagiakannya tanpa harus bersusah payah.
Ia mendaratkan badannya disofa dengan hentakkan yang cukup besar hingga membangunkan sosok itu. bukannya merasa bersalah karena telah membangunkan sosok itu, ia malah menampilakn deretan gigi putihnya dan menyandarkan dirinya pada diri lelakinya itu. karena aku tidak akan susah-susah untuk menuliskan konflik drama seperti tv seri yang selalu kau tonton, maka, katakan saja lelaki manis itu malah mengembangkan senyumnya dan merengkuh gadis mungil disebelahnya itu. merengkuh dengan selembut hatinya dan tidak akan membiarkan siapapun mereggangkan rengkuhannya terhadap gadis ini.
“apakah menurutmu ibu membeli bahan makan di Irlandia, karena hei, ini sudah tiga jam berlalu dan asal kau tahu saja, dalam kulkas masih penuh dengan bahan-bahan makanan dan kenapa ibu harus pergi hanya untuk mengajakmu makan malam? Aku curiga ia sedang berbelanja ke mall mencari gaun terindah untuk mempesonakanmu dengan penampilannya dan juga masakannya nanti. Maka karena itu ia menahanmu disini agar kau tetap duduk manis didepan pintu dan menonton penampilan dahsyatnya yang akan memasuki rumah dengan berjalan ala model layaknya Bruce—oh Caitlyn Jenner yang turun dari limosin barunya yang juga dibelinya tadi untuk mempesonakanmu dan sambil memasuki pintu rumah ia akan berkata ‘call me baby’ dengan senyum yang bisa kau bayangkan seperti Caitlyn Jenner di majalah Vanity Fair yang sial, aku masih tidak mengerti, kenapa laki-laki cantik itu bisa terlihat mempesona dan awet muda dibandingkan dengan mantan istrinya, Kris Jenner dan oh, aku tidak akan segan mengatakan bahwa ia lebih cantik dibandingkan Kylie Jenner yang entah kenapa cewek bodoh itu bisa memiliki bibir yang terlihat seperti seseorang telah memasukan botol coca-cola kecil kedalam mulutnya yang sial—aku baru sadar dulu ia cantik sekali mengalahkan Kendall, bibirnya bahkan terlihat seksi waktu dulu, kecil dan tipis, ah!— dulu sangat bagus itu dengan paksa dan sepuluh menit kemudian baru melepaskan botol itu dari mulutnya dengan menarik paksa hingga lahirlah bibir Kylie yang begitu legendaris saat ini. demi tuhan, jika saja ia tidak macam-macam dengan bibirnya itu dan tetap tumbuh dengan natural, aku yakin kecantikannya benar-benar akan mengalahkan Kendall sekalipun. Dan entah kenapa, kurasa ia terobsesi dengan Marilyn Monroe, wanita idola laki-laki zaman baheula dahulu yang sungguh, aku tidak menemukan alasan mengapa ia diidolakan seperti itu. ya! Aku yakin Kylie terinspirasi dengan wanita itu. ia pasti ingin menjadi wanita legendaris layaknya si Monroe itu, bisa kuakui, ia legendaris sekarang mengingat umurnya yang sepantaran denganku namun dada maupun bokong juga bibirnya membuatnya terlihat seperti bukan adik dari Kendall, melainkan Kakak dari Kim atau Kourtney mungkin? Ah entahlah, aku tidak begitu mengetahui tentang Kadarshian.” Ia menarik nafasnya dalam mengingat betapa cepat dan panjangnya kalimat yang ia lontarkan tadi dalam satu tarikan nafas. Hal ini membuat laki-laki itu tersenym senang. Ia selalu menyukai juga merindukan sifat gadis yang satu ini, dia seperti seorang raconteur dan juga bisa menjadi sosok pendiam yang dingin dalam satu waktu. Benar-benar orang yang memilik mood swinging.
Tentu saja ia tidak perlu untuk menjawab segala ocehan gadisnya ini, walaupun pasti akan seru, tapi ia tahu bahwa jika sudah seperti ini, maka gadisnya sedang mengalami fase-fase kelelahan dan beberapa detik lagi sudah dipastikan ia tertidur pulas.
Kembali, tak henti-hentinya senyum merekah dibibirnya tak lupa dengan tatapan lembut yang memuja ia suguhkan pada gadis itu. menggerekan tangannya mendarat dipuncak kepala gadis itu dan mengusapnya lembut merengkuh badan kecilnya. Dan benar saja, gadis itu sudah tertidur pulas.
-
Dia terbangun dengan mata yang berat lagi badan yang rasanya remuk seakan sosok hulk baru saja menginjaknya. Menegakkan badannya, ia melihat sekeliling, pantas saja badannya serasa remuk seperti ini. dia terlalu lama tidur di sofa dengan posisi punggungnya yang menyandar pada lengan sofa. Ia mendengus kesal dan meregangkan badannya.
Dan matanya terbuka lagi. Bukankah dia tidak sendiri disofa ini? ia masih ingat betul bagaimana pulasnya ia tidur karena bantuan badan kokoh lelakinya. Ia yakin ia tidak sendiri tidur disini. Kembali memutar otaknya, ia ingat bahwa ibunya menjanjikan makan malam bersama. Dan ia tertidur pulas menunggu ibunya datang bersama lelaki itu.
Sial, kemana manusia itu pergi?
Ia melihat jam ditangannya yang menunjukkan jam sepuluh malam. Ia mengerutkan alisnya. Jangan katakan mereka telah duluan melanjutkan kegiatan makan mereka meninggalkannya sendirian disini. Selamanya.
Selamanya, karena jika makan malam sudah berakhir, sudah pasti rumahnya kembali kosong karena ibunya yang sudah pasti akan pergi ketempat-hanya-tuhan-yang-tahu dan laki-laki sialan itu tentu saja pulang kerumahnya. Ia memiliki kehidupannya sendiri.
Oh, bagus, jadi apa maksud dari semua ini?!
Merasakan perutnya yang berbunyi mengemis padanya untuk diberikan asupan makanan. Ia berjalan dengan gontai menuju dapurnya. Jika saja perutnya adalah makhluk hidup, sudah ia ungkapkan perkataan maafnya karena tidak bisa memenuhi permintaannya. Jika makan malamnya sudah berakhir, mana mungkin masih ada makanan didapurnya jika makan malam sudah selesai. Hah, jika saja perutnya adalah makhluk hidup, ia akan menyuruh si perut untuk membeli makanan sendiri dan berhenti untuk mengganggunya sementara ia akan hidup mengurung di kamarnya menikmati waktu sendiriannya. Oh, alangkah indahnya hidup seperti apa yang diinginkan.
Berjalan dengan kaki yang diseret-seret. Ia benar-benar tidak memiliki semangat untuk melakukan apapun saat ini. semua orang yang biasa disekelilingnya begitu sukses menghancurkan moodnya. Harusnya mereka mendapat medali emas atas semua ini.
Ia membuka tudung saji di meja makannya. Dan, ha. Benar, kan. Yang ditemuinya hanya sebuah piring yang kosong dan ia bersumpah ia tidak akan bisa mengerti kenapa hanya ada satu piring kosong disini. Bukankah mereka berdua makan malam? Harusnya ada banyak piring kosong yang berada di meja makan.
Ia mengangkat bahu tidak mau peduli lagi dengan apa yang terjadi beberapa jam belakangan ini dan mengangkat piring itu ke tempat pencucian piring. Belum sampai pada tujuannya untuk meletakkan piring, ia melihat sebuah kertas tergeletak tak kuasa dibawah piring itu.
Apa? Surat permintaan maaf karena menghabiskan makan malam hanya berdua tanpa dirinya? Atau permintaan maaf dari ibunya yang ternyata memang merencanakan untuk makan malam hanya berdua dengan laki-laki itu? oh, atau permintaan maaf karena laki-laki itu telah muak dengannya yang urakkan ini dan memutuskan untuk pergi menghilang dari penglihatannya?
Klise.
Nah, sekarang lihat, dia memang benar-benar urakkan
Ia menghela nafas kesal dan memilih untuk mengabaikan surat itu dan menempelnya padda kulkas untuk dibaca di lain hari. Lain hari yang benar-benar sangat lama dan tidap dapat ditentukan. Rasa penasarannya terhadap apa yang dilakukan dua orang itu terhadapnya benar-benar hilang karena siksaan kelaparan yang mengelilinginya.
Masa bodoh, ia hanya ingin melanjutkan tidurnya dan memutuskan untuk makan besok pagi. Berdoa saja ibunya akan mengingat bahwa ia memiliki anak gadis yang kelaparan dan akan mengantarkan makanan padanya esok hari.
-
“jadi kau tidak membaca suratnya, huh?”
Ia hanya mengangkat bahu dan mengalihkan pandangannya kearah lain selain laki-laki yang berhasil balas dendam membuatnya kesal ini “malas. Lagian tidak ada gunanya kan? Kau pergi ya pergi saja. Minta maaf dalam surat seperti manusia jaman purba. Klise. Aku benci hal-hal klise”
Kalimat yang dilontarkan gadisnya itu sukses membuatnya tertohok. Harusnya ia ingat akan sikap gadisnya ini yang paling benci hal-hal klise dan basa-basi seperti ini. dengan cepat ia mengubah raut wajah yang sempat muram menjadi tersenyum kembali.
Tuhan, jika saja jumlah senyum menentukan tingkat surga mana yang akan didapatkan tiap manusia. Tidak diragukan lagi laki-laki ini telah mencapai tingkat tertinggi dari surga.
“oke, maaf aku tahu kau benci hal itu tapi aku tahu kau lebih benci jika aku berdiri menghambat jalanmu yang menuju ke kelas dikoridor hanya untuk meminta maaf dan lalu pergi begitu saja. Jadi, yah” laki-laki itu mengangkat bahunya dan berharap gadis ini memperbaiki moodnya yang kacau ini
“nope, aku tidak akan marah. Dan bodoh, kenapa kau harus memikirkan esok pagi disekolah jika sekarang kau berada tepat didepanku? Bodoh”
“jadi apa? Aku akan meminta maaf didepanmu saat ini dan lalu pergi?” “oh, kabar buruk, dear, aku tidak mau meninggalkanmu saat ini jadi besok saja. Aku akan meminta maaf dan pergi dan boom! You live happily ever after”
Ia hanya tertawa meremehkan. Entah apa yang merasuki otak laki-laki ini hingga ia selalu mengucapkan ‘akan pergi’ atau ‘meninggalkannya’. Oh, jangan harap ia akan penasaran dan berubah memeluk laki-laki itu dan termakan omong kosong itu lalu menangis terisak sambil mengucapkan ‘jangan tinggalkan aku’
Oh, itu tidak akan terjadi untuk selamanya.
“wow, such a good lullaby, dan terimakasih atas bantuanmu yang selalu sukses membuatku mengantuk. Dan aku ingin tidur. Kau bisa pergi tinggalkan aku” ucapnya sambil melipat tangannya didepan dada tak lupa dengan penekanan pada kalimat akhirnya. Oh, ini lucu. Menurutnya.
Tentu saja tidak menurut laki-laki itu.
Tapi laki-laki itu kembali tersenyum lagi—oh astaga—dan mengacak rambut gadis itu. ia hanya menjauhkan kepalanya dari tangan laki-laki itu tanpa memperbaiki rambutnya. Kembali, ia menguap besar untuk menekankan pada laki-laki itu untuk cepat pergi.
“yah, sudahlah. Selamat tinggal, eh selamat tidur juga” ia merengkuh badan gadis itu dan menngecup puncak kepalanya.
“hm” ucapnya tanpa membalas pelukan laki-laki itu namun juga tidak menghindar dari kehangatan yang dituarkan oleh laki-laki itu. diam-diam ia berharap waktu untuk berhenti sekarang juga karena ia terlanjur nyaman dengan kehangatan ini. sebut ia munafik karena memang itulah dia.
“well, jangan sampai terlambat besok pagi. I’m leaving”
-
Untuk kedua kalinya ia terbangun dari tidur dengan cara yang tidak nyaman. Medengus kecil, apalagi yang sedang Tuhan permainkan terhadap scenario hidupnya?!. Sampai sekarang ia masih merasakan kehangatan yang dihantarkan oleh laki-laki tadi didalam mimpinya. Sontak tangannya bergerak menuju kepalanya. Semuanya terasa nyata.
Apa? Apa Tuhan sedang memberi kode bahwa laki-laki itu memang pergi meninggalkannya?
“hah” ia mendengus kecil. Tidak. Tidak mungkin. Ia yakin semuanya akan baik-baik saja. Esok pagi laki-laki itu akan menghinggap dibangku depan dan mengaggunya lagi seperti biasanya.
Menggelengkan kepalanya dengan pelan. Ia berusaha untuk tidur, dan juga, berusaha menghilangkan perasaannya yang sedikit terganggu atas mimpi itu.
-
Sudah merasa puas untuk melihat gadisnya yang sekarang mulai tertidur kembali. Ia tersenyum dan menutup jendela kamar gadis itu dengan pelan. Berjalan menuju mobilnya, ia kembali menoleh ke jok belakang untuk mencek koper-koper dan barangnya. Setelah merasa semuanya lengkap, Ia menjalankan mobilnya meninggalkan semua kenangannya.
---
If u wondering.. yep I used no name for the both of them. Bcs why not. Ha.
///gangerti lagi aing kenapa jadi gini cerita'a:''((((///

Senin, 15 Juni 2015

kembali, rintihan dari piano yang telah disiksa habis oleh Beethoven memenuhi ruang lingkup kepalaku.
apa yang harus aku lakukan?
oh, benar, orang akan mengatakan tidak ada sangkar yang mengelilingi saat ini.
benar, akupun begitu jika saja aku tidak kacau.

Kamis, 04 Juni 2015

Terrible Love - Birdy

It's a terrible love
And I'm walking with spiders
It's a terrible love and I'm walking in
It's a terrible love
And I'm walking with spiders
It's a terrible love and I'm walking in
It's quiet company
It's quiet company
It's a terrible love
And I'm walking with spiders
It's a terrible love that I'm walking in
It's a terrible love
And I'm walking with spiders
It's a terrible love that I'm walking in
It's quiet company
It's quiet company
It's quiet company
And I can't fall asleep
Without a little help
It takes awhile
To settle down
My shivered bones
Wait til the panics out
It takes an ocean not to break [x4]
Company
It's quite a company
It's quiet company
And I won't follow you
Into the rabbit hole
I said I would
But then I saw
Your shivered bones
They didn't want me to
It's a terrible love
And I'm walking with spiders
It's a terrible love and I'm walking in
It's a terrible love and I'm walking with spiders
It's a terrible love and I'm walking in
It takes an ocean not to break
It takes an ocean not to break
It takes an ocean not to break

Lets say FUCK to the people who always judge other by one mistake they make and always booing that friggin mistake like it will crush the world
Not them. Its you who will crush it.
Trust it, everybody changes. The mistakes youve seen its just an accident and then people will find tge cure and will never repeat it over again. The mistakes even will bring you to the perfect life. Yes, everybody.
Except you if you STILL keep your judging nor bullying hobbies safe and sound.
--
Ok, lets say im got exhausted from our society. Judging, labelling, bullying. Lyk you think it gonna make urself looking better by doing all if those shits? Absolutely no, it'll make you looking so poor, like you dont have ur own life.
#ripenglish hah

Selasa, 02 Juni 2015

Wildest dream

Sekali lagi aku terbangun dengan wajah ceria namun sepersekian detik selanjutnya berubah menjadi muram.
Seseorang menghampiriku.. menarikku untuk keluar dari bumi ini..
Bodohnya aku mengiyakan ajakannya. Lalu tuhan dengan semena-mena menarik kebahagiaan sederhanaku dengan membangunkanku.
Mimpi terliar..
Bisakah aku tidak bangun untuk beberapa saat yang lama hanya untuk merasakan bagaimana menikmati hidup dengannya?
-------
Rose are red, violet are blue
Im tired, take me away from school.
6/2/2015
((Oh yep, wildest dream its a taylor swift's song. Huft))