Sabtu, 20 Desember 2014

Salahkan Angin


Rasanya seperti setengah mati. Atau mungkin mati.
Semuanya tidak lagi seperti dulu, berubah dan hancur menjadi butiran layaknya pasir yang tidak berdaya hingga Angin dengan berkuasanya menerbangkan mereka hingga tak lagi bisa bersatu.

Sakit.

Begitu rasanya ketika tembok tinggi nan kokoh itu telah dibangun dengan sempurnanya, roboh sudah oleh satu hembusan Angin.

Kecewa, sangat sekali.

Ketika meluangkan satu tanah lapang untuk menanam bunga-bunga yang menyegarkan pandangan lagi menentramkan hati. Namun harapan dan usaha dengan segenap hati itu hancur lebur ketika sang penguasa Angin datang menerbangkan bibit-bibit kecil yang baru saja menghirup dunia luar. Angin merasa begitu berkuasa hingga ia tidak mau datang bersama hujan, tidak ingin memberi bunga-bunga sedikit rasa surga.

Angin memilih matahari.

Angin dengan gagah dan bangganya datang menghampiri bunga-bunga dengan matahari di sisinya. Selalu begitu hingga bunga-bunga tidak sanggup lagi. Mereka tidak bisa bertahan. Mereka tidak tahan melihat kehadiran Angin dan matahari yang selalu datang dengan memberikan siksaan pedih bagi bunga-bunga. Mereka tidak tahan lagi.

Mati. Itulah hal terbaik yang bisa dilakukan mereka. 

Aku, dengan sangat bangga menyalahkan Angin atas semua ini.


Tampar aku. Karena dengan tidak tahu dirinya masih belum menyadari harapanku telah tiada
Tampar aku. Karena orang tak tahu diri ini sangat pantas mendapatkannya
Tampar aku. Agar aku tahu bahwa aku masih bisa merasakan sakit
Tampar aku. Aku teralu lama hidup dalam imajinasi
Tampar aku. Taburkan garam itu ke luka ini. Aku masih belum bisa merasakan sakit..

Jumat, 19 Desember 2014

Jumat, 05 Desember 2014

Wildest Dream - Taylor Swift

He said, "Let's get out of this town,
Drive out of the city, away from the crowds."
I thought heaven can't help me now.
Nothing lasts forever, but this is gonna take me down

He's so tall and handsome as hell
He's so bad but he does it so well
I can see the end as it begins
My one condition is

Say you'll remember me standing in a nice dress,
Staring at the sunset, babe
Red lips and rosy cheeks
Say you'll see me again
Even if it's just in your wildest dreams, oh, wildest dreams, oh, ah.

I said, "No one has to know what we do,"
His hands are in my hair, his clothes are in my room
And his voice is a familiar sound,
Nothing lasts forever but this is getting good now

He's so tall and handsome as hell
He's so bad but he does it so well
And when we've had our very last kiss
My last request is

Say you'll remember me standing in a nice dress,
Staring at the sunset, babe
Red lips and rosy cheeks
Say you'll see me again
Even if it's just in your wildest dreams, oh, wildest dreams, oh, ah.

You see me in hindsight
Tangled up with you all night
Burning it down
Someday when you leave me
I bet these memories
Follow you around

You'll see me in hindsight
Tangled up with you all night
Burning it down
Someday when you leave me
I bet these memories
Follow you around

Say you'll remember me standing in a nice dress,
Staring at the sunset, babe
Red lips and rosy cheeks
Say you'll see me again
Even if it's just pretend

Say you'll remember me standing in a nice dress,
Staring at the sunset, babe
Red lips and rosy cheeks
Say you'll see me again
Even if it's just in your (just pretend, just pretend) wildest dreams
in your wildest dreams
Even if it's just in your wildest dreams
in your wildest dreams

Kamis, 04 Desember 2014

Kunang-Kunang pun Berharap...

ketika kunang-kunang berkelana di kehidupan manusia
menjadi pemerhati tersembunyi bagi satu manusia
walaupun..
kunang-kunang ini bukanlah yang ada di matanya
pun bukan sebuah ciptaan yang mempesona
bukan juga ciptaan yang selalu di pandangnya
di pikirkan
di ketahui isi hati
di renungkan

karena kunang-kunang ini tak terlihat ketika matanya terbuka lebar memandang dunia
karena kunang-kunang ini tak bisa lagi terlihat olehnya
karena telah lahir kupu-kupu yang mempesonakan matanya
menghalangi kunang-kunang untuk mendapatkan perhatiannya
karena kunang-kunang ini dapat terlihat,
ketika ia tak ingin melihat
karena kunang-kunang ini tak lagi memiliki sisi baik untuk diperhatikan

kecuali ketika ia memerlukan penerangan
dikala gelap menyelemutinya
ketika ia tidak tahu harus memandang apalagi
selain pada cahaya kunang-kunang
karena ia tidak menemukan kupu-kupunya.

karena kupu-kupunya tak lagi ingin menemaninya di kala itu.

di kala itulah, waktu yang sangat kunang-kunang nantikan
di kala siang yang mengalahkan cahayanya
hingga di kala siang berhenti bekerja
kunang-kunang bisa dengan bebasnya bersinar
menyinari apapun yang tersesat dalam kegelapan
menyinari siapapun yang ingin memandang di kala kegelapan

menyinari ia yang ditinggal oleh kupu-kupunya

walau kunang-kunang masih berfikir, bisakah ia melihatnya?

karena, hanya itulah yang bisa ia harapkan.