ketika kunang-kunang berkelana di kehidupan manusia
menjadi pemerhati tersembunyi bagi satu manusia
walaupun..
kunang-kunang ini bukanlah yang ada di matanya
pun bukan sebuah ciptaan yang mempesona
bukan juga ciptaan yang selalu di pandangnya
di pikirkan
di ketahui isi hati
di renungkan
karena kunang-kunang ini tak terlihat ketika matanya terbuka lebar memandang dunia
karena kunang-kunang ini tak bisa lagi terlihat olehnya
karena telah lahir kupu-kupu yang mempesonakan matanya
menghalangi kunang-kunang untuk mendapatkan perhatiannya
karena kunang-kunang ini dapat terlihat,
ketika ia tak ingin melihat
karena kunang-kunang ini tak lagi memiliki sisi baik untuk diperhatikan
kecuali ketika ia memerlukan penerangan
dikala gelap menyelemutinya
ketika ia tidak tahu harus memandang apalagi
selain pada cahaya kunang-kunang
karena ia tidak menemukan kupu-kupunya.
karena kupu-kupunya tak lagi ingin menemaninya di kala itu.
di kala itulah, waktu yang sangat kunang-kunang nantikan
di kala siang yang mengalahkan cahayanya
hingga di kala siang berhenti bekerja
kunang-kunang bisa dengan bebasnya bersinar
menyinari apapun yang tersesat dalam kegelapan
menyinari siapapun yang ingin memandang di kala kegelapan
menyinari ia yang ditinggal oleh kupu-kupunya
walau kunang-kunang masih berfikir, bisakah ia melihatnya?
karena, hanya itulah yang bisa ia harapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar