Rabu, 29 Agustus 2018

Ancaman itu,

Entah cara macam apa lagi bisa kulakukan agar aku bisa terlepas dari ancaman ini.
Gusti...
Ancaman tersebut benarlah tidak nyata. Para pengancam itu hanya mengeluarkan kata-kata hina dari apa yang mereka lihat.
Namun aku, aku mengalaminya, aku berada dalam ancaman itu. Aku masih hidup, aku masih bernafas, aku masih dicintai dan dimiliki oleh ancaman itu.
Ancaman itu tidak nyata
Ancaman itu tidak ada
Ancaman itu mencintaiku
Ancaman itu masih menggenggamku lembut
Ancaman itu telah menjadi separuh nyawaku.
Duh, bagaimana cara mengatakan kepada pemberi kata ancaman ini bahwa kata-kata mereka tidaklah nyata.
Ancaman itu tidak ada.
Sekeras apapun mereka mengahadangku untuk menjauh dari ancaman itu,
Ancaman itu masih bersamaku.

Senin, 06 Agustus 2018

Tato memang tidak gampang untuk dihilangkan
Namun tentu sangat gampang untuk dipermak, dihias ulang.

Apakah hati seperti itu yang kau inginkan, Tuan?

I am so greedy
Digging a hole
And heap it up with my all of my illusion
Hoping it will grow up became the reality

But just like i said, i am so greedy
The writer of life already have their own plan for my own reality
But i dont want it, i still need my illusion became my own reality.

(maret 7, 2017)

dia berkata
Betapa pedihnya mimpi-mimpi yang dilaluinya
Aku membantah
Tidak mungkin. Karena bagiku pastilah itu sebuah kebahagiaan didatangi oleh orang tersayangmu yang telah mati lewat mimpi.
Karena aku tidak pernah merasakannya, dia tidak pernah datang di mimpiku.
Dia dengan tenang menjelaskan,
Bagaimana mungkin itu bahagia, ketika dia seakan dipermainkan oleh mimpinya
Seperti,
Di suatu mimpi ia menemukan sosok utuh si mati, ia mengejar dan berhasil memeluknya
Namun di suatu hari lainnya, ia melihat sosok utuh itu lagi, ia mengejarnya lagi
Namun ketika kedua lengannya terbuka untuk memeluk si mati sebuah matahari menghalangi mereka
Matahari
Tidakkah kau tahu betapa kejamnya matahari?
Dengan panas yang dikandungnya,
Membakar kedua sosok itu, sosok manusia dan arwah
Ia bercerita betapa panasnya matahari itu seakan ia benar-benar dibakar di dunia nyata
Padahal itu hanya dalam mimpi.
Karena itulah, ia tidak ingin lagi tidur dengan menyertai harapan untuk dipertemui orang yang mati itu lagi. Tidak.
(15 Februari 2017)
-----
I honestly dont know what the actual mean of this haha its just a piece of memory from my dream last night. Idk, this scene just spinning arround in my head and im trying to find out what the meaning of this but still.. I got nothing so ive just write it down here ha ha
-----

what are you willing to do?

tenang, katanya.

TENANG. kamu masih bisa bernafas. Katamu di ujung hutan.

Lalu aku berlari dalam seeonggok air lautan manis
Menembus hutan, memakan dedaunan yang asin.

Lalu aku telah sampai di hadapan penenangku

Namun nafasku telah habis.

Aku hilang,
dengan tidak tenang..