Entah cara macam apa lagi bisa kulakukan agar aku bisa terlepas dari ancaman ini.
Gusti...
Ancaman tersebut benarlah tidak nyata. Para pengancam itu hanya mengeluarkan kata-kata hina dari apa yang mereka lihat.
Namun aku, aku mengalaminya, aku berada dalam ancaman itu. Aku masih hidup, aku masih bernafas, aku masih dicintai dan dimiliki oleh ancaman itu.
Ancaman itu tidak nyata
Ancaman itu tidak ada
Ancaman itu mencintaiku
Ancaman itu masih menggenggamku lembut
Ancaman itu telah menjadi separuh nyawaku.
Duh, bagaimana cara mengatakan kepada pemberi kata ancaman ini bahwa kata-kata mereka tidaklah nyata.
Ancaman itu tidak ada.
Sekeras apapun mereka mengahadangku untuk menjauh dari ancaman itu,
Ancaman itu masih bersamaku.
Rabu, 29 Agustus 2018
Ancaman itu,
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar