Senin, 06 Agustus 2018

dia berkata
Betapa pedihnya mimpi-mimpi yang dilaluinya
Aku membantah
Tidak mungkin. Karena bagiku pastilah itu sebuah kebahagiaan didatangi oleh orang tersayangmu yang telah mati lewat mimpi.
Karena aku tidak pernah merasakannya, dia tidak pernah datang di mimpiku.
Dia dengan tenang menjelaskan,
Bagaimana mungkin itu bahagia, ketika dia seakan dipermainkan oleh mimpinya
Seperti,
Di suatu mimpi ia menemukan sosok utuh si mati, ia mengejar dan berhasil memeluknya
Namun di suatu hari lainnya, ia melihat sosok utuh itu lagi, ia mengejarnya lagi
Namun ketika kedua lengannya terbuka untuk memeluk si mati sebuah matahari menghalangi mereka
Matahari
Tidakkah kau tahu betapa kejamnya matahari?
Dengan panas yang dikandungnya,
Membakar kedua sosok itu, sosok manusia dan arwah
Ia bercerita betapa panasnya matahari itu seakan ia benar-benar dibakar di dunia nyata
Padahal itu hanya dalam mimpi.
Karena itulah, ia tidak ingin lagi tidur dengan menyertai harapan untuk dipertemui orang yang mati itu lagi. Tidak.
(15 Februari 2017)
-----
I honestly dont know what the actual mean of this haha its just a piece of memory from my dream last night. Idk, this scene just spinning arround in my head and im trying to find out what the meaning of this but still.. I got nothing so ive just write it down here ha ha
-----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar