Rabu, 14 Januari 2015

[No] Air



Buta ini menghinggapiku
Menghalangi mataku. Tak lagi bebas melihat
Kecuali pada pelangi itu
Pelangi, ia yang hanya muncul di redanya hujan

Pelangi itu muncul, disaat tangisku telah usai.

Membuat rasa benciku meluap.
Apa yang mereka lakukan?
Mereka datang ketika aku sudah baik
Lalu menghilang ketika tangisku terjun deras

Mereka datang setelah aku tidak membutuhkan warna-warna pesona
Aku hanya butuh warna-warna itu datang disaat hujan air mataku jatuh lebat.
Bukan di saat air mataku mongering.

Akulah korban nan buta akan pesona mereka
Aku tidak pernah keberatan saat itu
Malah tersenyum lebar disaat mereka datang
Menganggap bahwa mereka yang membuat air mataku kering

Sekarang aku telah mengenyahkan kebutaan itu
Aku tahu warna-warna itu sama sekali tidak bekerja.
Dia bukan apa-apa
Selain warna abstrak yang tidak patut diberi senyum pun terima kasih

Aku seharusnya melihat pada hal lain.
Seperti udara..
Udara.
Dia yang tak pernah kuperhatikan
Dia bahkan tidak pernah hilang dariku
Menemaniku hingga aku dapat hidup sempurna
Dia tidak pernah meninggalkanku
Bahkan disaat aku tidak membutuhkannya
Disaat aku tidak peduli lagi dengan itu
Dia tidak peduli dan tetap berada disini.
Merasuki relungku.

Yah, aku telah buta.
Aku tak mampu membedakan mana yang baik untukku
Juga mana yang pantas menemaniku
Aku buta.
Tak sadar..
Tanpanya… aku tidak bisa berdiri tegak
Tanpanya yang mengelilingiku.. mendamaikan jiwa yang kacau balau ini
Tanpanya….
Tanpamu.
--
kinda the most longest poe i ever write hagzhagz

Hari Baru



Bunyi  dentuman yang mengelilingi
Dengan indahnya aku dikelilingi oleh keramaian itu
Dengan berbagai macam hal yang dibakar
Ku buka tirai jendela
Sekedar melihat indahnya petasan itu
Datang dengan bunyi yang menyebalkan
Tiba dengan warna-warni indah kehidupan
Aku sadar, telah berada pada lembaran baru

Aku tetap duduk di kamar ini
Tempat yang enam belas tahun aku hinggapi
Enam belas tahun menghabiskan segala hal di ruangan ini
Menangis, tertawa, bingung
Bebas, kesepian
Ruang ini tahu segala hal tentangku

Aku masih tetap duduk
Kemana aku harus pergi?
Mereka merayakan hari bahagia ini dengan orang terdekatnya
Aku tidak memiliki hak untuk bergabung
Karena aku bukan salah satu bagian lingkaran dari mereka

Hidup di istana yang diisi satu orang
Berharap suatu waktu Tuhan menambahkan seseorang untuk hidup di istanaku

Aku tidak tahu kapan…

Mereka merayakan hari ini di luar
Dan aku merayakan dengan menonton gelak tawa mereka
Menonton segala gelak tawa mereka.
--
Padang, 01-01-15. 6.14 pm.
#tahunbarusepi #tenang #itubukantahunbaruislamkok #jadi #gawajib #dirayain [[HALAAAHH-_____-VV]]

aku tahu kau...



Termenung memandangi keramaian
Aku bisa membayangkan kau dengan gelak tawa indahmu saat ini
Aku tahu kau tidak tahu

Aku dengar rintikan hujan membasahi segala hal yang terkena olehnya
Dan mereka pun mengumpat karena basah yang diberikan hujan
Namun mereka tidak mengerti apa yang hujan itu sampaikan pada mereka
Mereka tidak bisa mendengarnya
Aku bisa membayangkanmu yang menepikan kendaraan balap itu
Bersama dengan teman-temanmu mengumpat akan hujan yang telah menggagalkan rencanamu
Aku tahu kau tidak tahu aku

Aku lihat keramaian itu lagi
Tak lupa lampu kerlap-kerlip mengelilingi
Diiringi irama yang membuat jantungmu berdegup
Melupakan segala hal namun kesenangan
Meluapkan segala yang ada di hati
Aku bisa melihatmu disana
Dengan wajah-wajah perempuan baru yang tidak ku kenali
Aku tahu kau tidak tahu aku mengetahuimu.


--
Padang, 01-01-15.

"bersama?"



Di suatu detik
Kau meleleh
Dan pada detik lainnya
Kau terluka
Dan itulah yang mereka lakukan
Mendatangi…
Menatap..
Dan detik itu juga kau tidak ingin berada di bumi lagi
Cukup berada didalam kehidupannya
Dan pada detik lainnya
Kau juga tidak ingin hidup di bumi lagi..
Yakin neraka lebih pantas menjadi tempatmu
Ia berjalan melewatimu dan memeluk Buminya
Dan kau tahu
Bumi telah menghalangimu
Venus tidak akan bisa memeluk Mars
Tak ada kata bersama