ada ketidakmungkinan yang terkapar mengelilingiku, lalu semua orang akan mengatakan itu pertanda bahwa kau sedang menjalani kehidupan yang normal, ketidakmungkinan itu hanyalah tembok penghalang yang pada akhirnya bisa kau lewati, begitu katanya.
Katanya juga, ketidakmungkinan itu hanyalah sebuah portal komplek, ia memiliki waktu untuk menutup dan membuka maka, kau hanya butuh menunggu waktu ia membuka menjadi sebuah kemungkinan.
Namun kemungkinan hanyalah sebuah ketidakpastian, ialah sebuah angin lembut yang menyusuri kulitmu namun tidak akan memberikan sebuah kesejukan di kala terbakarnya matahari. Ia hanyalah sebuah pelipur lara yang tidak menjadi sebuah kepastian.
Dan sekali lagi, ketidakmungkinan tidak sedang menghalangiku, mereka mengelilingiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar