(((kok saya baca judulnya jadi keingat makanan yHAAAA))
ohyaaa.... saran aq coba denger lagunya 5SOS - Wrapped Arround Your Finger (yep, tulisan ini terinspirasi dari lagu itu haha) biar ga bingung knp saya quote lirik lagu itu sampe tiga kali gitu;p heheh
----------------------------------------------------
"Im wrapped arround your finger"
Tanpa sadar aku berteriak sekencang-kencangnya hingga menghabiskan seluruh tenaga yang ada di paru-paru ini. Sudah kukatakan, aku tidak akan baik-baik saja setelah ini.
Mereka terus memaksaku. Seolah tidak ada lagi rasa pengertian akan betapa gemetarnya aku yang bahkan ingin saja mati dan meninggalkan badan ini yang tidak lagi dapat melakukan sesuatu yang masuk akal. Semua ini karena sosok sialan yang berdiri dihadapanku. Aku tahu, harusnya aku melakukan sesuatu yang berguna untuknya. Harusnya juga aku tidak perlu menyalahkan mereka, jari-jari ini.
"Im wrapped arround your finger"
Tapi aku tidak tahu apakah itu keputusan yang bijak untuk menuruti perintah tangan ini. Bukankah itu bodoh ketika kebanyakan orang melakukan sesuatu atas kehendaknya sendiri sementara aku seperti diperintah oleh organ-organ milikku yang harusnya aku yang memerintah mereka.
Aku tidak tahu lagi. Sangat tidak tahu. Semuanya kacau, aku kacau, dia kacau. Tuhan pun juga kacau telah membuat skenario bodoh ini terhadap kehidupanku.
Aku tidak tahu lagi. Sangat tidak tahu. Semuanya kacau, aku kacau, dia kacau. Tuhan pun juga kacau telah membuat skenario bodoh ini terhadap kehidupanku.
"Im wrapped arround your finger"
Ya, aku tahu satu hal. Bahwa aku tidak mau membiarkannya menghilang dari pandanganku. Dan oh, satu hal lagi, aku tahu dia juga sama seperti ku yang tak ingin aku menghilang dari hidupnya.
Kami sama sekali tidak menginginkan skenario tuhan ini berlangsung begitu saja. Tapi apa? Bukankah kami hanya beberapa dari beribu pemain yang di ciptakan tuhan di bumi yang akan selalu menuruti apa saja yang ia rencanakan? Ingin sekali rasanya memberontak. Keluar dari bumi dan segala skenario tuhan ini dan membuat kehidupan baru yang kami inginkan. Hah, orang macam mana yang tidak menginginkan hidup yang sesuai dengan apa yang direncanakan mereka sendiri tanpa campur tangan apapun dan siapapun?
Seketika aku membayangkan bagaimana ketika aku menggenggam tangannya dan lari dari bumi ini. Menciptakan dunia baru dimana hanya ada kami, menjalani hidup seperti yang apa kami inginkan. Aku yakin tidak akan ada lagi kesedihan yang melanda di saat itu.
Tapi, untuk yang kesekian kalinya, kita tidak bisa mengubah takdir. Kau bisa membayangkan tuhan seperti seseorang yang sedang memainkan The Sims dimana orang itu melakukan apa saja yang ia mau terhadap karakter di pemain itu.
Dan karakter itulah kita saat ini.
Kami sama sekali tidak menginginkan skenario tuhan ini berlangsung begitu saja. Tapi apa? Bukankah kami hanya beberapa dari beribu pemain yang di ciptakan tuhan di bumi yang akan selalu menuruti apa saja yang ia rencanakan? Ingin sekali rasanya memberontak. Keluar dari bumi dan segala skenario tuhan ini dan membuat kehidupan baru yang kami inginkan. Hah, orang macam mana yang tidak menginginkan hidup yang sesuai dengan apa yang direncanakan mereka sendiri tanpa campur tangan apapun dan siapapun?
Seketika aku membayangkan bagaimana ketika aku menggenggam tangannya dan lari dari bumi ini. Menciptakan dunia baru dimana hanya ada kami, menjalani hidup seperti yang apa kami inginkan. Aku yakin tidak akan ada lagi kesedihan yang melanda di saat itu.
Tapi, untuk yang kesekian kalinya, kita tidak bisa mengubah takdir. Kau bisa membayangkan tuhan seperti seseorang yang sedang memainkan The Sims dimana orang itu melakukan apa saja yang ia mau terhadap karakter di pemain itu.
Dan karakter itulah kita saat ini.
"You had me wrapped arround your finger"
Baiklah, aku menyerah. Bagaimanapun tidak akan ada yang bisa mengubah apa yang tuhan rencanakan. Dan dengan sangat terpaksa aku, semua manusia harus menurutinya.
Dia, jika tuhan mennginginkan dia tidak bisa melihatku lagi. Maka terjadilah.
Tapi bisakah aku menahannya untuk beberapa waktu?
Aku tidak bisa membiarkannya pergi begitu saja seperti pasir yang melayang karena hembusan angin.
Dan aku menemukan satu hal yang aku tahu dan yang aku dapat lakukan..
Aku harus menuruti jari-jariku. Aku harus menggenggamnya erat dan melupakan takdir sialan itu.
Pada akhirnya aku mewujudkan keinginan jari-jariku... satu persatu jari-jari ini melengkapi ruang yang ada pada tiap jari-jarinya. Saling menangkupkannya hingga tidak akan bisa terlepas.
Bisakah ini bertahan untuk selamanya?
Dia, jika tuhan mennginginkan dia tidak bisa melihatku lagi. Maka terjadilah.
Tapi bisakah aku menahannya untuk beberapa waktu?
Aku tidak bisa membiarkannya pergi begitu saja seperti pasir yang melayang karena hembusan angin.
Dan aku menemukan satu hal yang aku tahu dan yang aku dapat lakukan..
Aku harus menuruti jari-jariku. Aku harus menggenggamnya erat dan melupakan takdir sialan itu.
Pada akhirnya aku mewujudkan keinginan jari-jariku... satu persatu jari-jari ini melengkapi ruang yang ada pada tiap jari-jarinya. Saling menangkupkannya hingga tidak akan bisa terlepas.
Bisakah ini bertahan untuk selamanya?
"You were mine.. for a night.. I was out of my mind..
You were mine.. for a night.. I dont know how.. to say goodbye.."
You were mine.. for a night.. I dont know how.. to say goodbye.."
———————
Jadi... setelah berabad tidak lagi menyentuh yang namanya menulis dan huppttt, tahu ini bakal hancur.
Andd yap ini terinspirasi dari lagi 5 Seconds Of Summer-Wrapped Arround Your Finger. Huahhh suara mikey seksih broww.../lah/
Jadi... setelah berabad tidak lagi menyentuh yang namanya menulis dan huppttt, tahu ini bakal hancur.
Andd yap ini terinspirasi dari lagi 5 Seconds Of Summer-Wrapped Arround Your Finger. Huahhh suara mikey seksih broww.../lah/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar