Langkah indahnya merambat ke tengah sungai itu
Begitu jernih, jeritnya
Kaki itu mulai menyentuh air
Merendam hingga kakinya tak lagi terlihat indah
Sudah buruk rupa, seperti orang yang disuapi garam terus-terusan
Begitu jernih, jeritnya
Kaki itu mulai menyentuh air
Merendam hingga kakinya tak lagi terlihat indah
Sudah buruk rupa, seperti orang yang disuapi garam terus-terusan
Begitu membosankan, rutuknya
Lalu ia membawa kaki itu pergi sejauh-jauh mungkin dari sungai polos itu
Lalu ia membawa kaki itu pergi sejauh-jauh mungkin dari sungai polos itu
Peduli setan, lagian, sungai mana yang bisa sadar bahwa ia sedang dimanfaatkan oleh otak-otak kotor itu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar