Tuan dan Puan
Ah, indah sekali jika dipertemukan.
Terlihat cocok sekali dimata rakyat.
"aku lelah, Tuan"
"aku bosan, Puan"
Begitulah, ketika mereka dipertemukan
Dan diperbolehkan berucap serentak.
Semua pendengar terkejut.
Bagaimana bisa?
Rakyat yang mengira akan keluar kata-kata cinta dari kedua mulut mereka
Malah disuguhkan dengan dua kalimat pahit itu?
Apa-apaan ini?
Rakyat harus mengerti,
Puan lelah, karena Tuan bertingkah seperti bocah yang dengan merasa hebatnya memutilasi nyamuk hasil tangkapan kedua tangannya
Dan Tuan bosan, karena sudah puas memutilasi Puan dan tidak ada lagi hal menarik yang dapat ditemuinya dari Puan.
Tidakkah kau mengerti maksudku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar