Minggu, 23 Oktober 2016

A.M




Seratus sepuluh detik menuju pergantian hari, ia masih saja duduk dipinggiran kasur itu, sesekali menggoyang-goyangkan kakinya, uring-uringan di kasur atau bangkit dan membuka tirai jendelanya.
Kemana setan itu pergi?
Harusnya ia sudah berada tepat di kamar gadis ini dari satu jam yang lalu. Karena janjinya begitu. Tapi yah, orang gila mana yang bisa mempercayai janji seseorang yang sama gilanya dengannya?
            Tentu saja gadis ini mempercayainya. Dia selalu begitu terhadap apapun. Sekalipun kau mengatakan suatu saat lemarinya akan berubah menjadi batangan emas jika ia sabar
 menunggu, sudah pasti ia percaya tanpa ada bantahan.
            Itu baru kau yang bukan siapa-siapanya melontarkan kata-kata sampah ia sudah percaya. Apalagi laki-laki ini? makhluk gila yang selalu tidur di siang hari dan bangun di tengah malam.
            Aku tidak berbicara tentang vampir, Demi Tuhan…
            Seperti di tengah malam ini, dia bangun dari tidur (yang menurut gadis ini) tampan. Ia yang tahu laki-laki itu telah bangun dengan cepat-cepat menelfonnya karena ia telah melempar batu ke jendela kamar laki-laki itu melalui jendelanya, tapi sial menghinggapinya karena entah karena terlalu semangat atau gravitasi yang menuntunyya, batu yang dilemparkan itu malah benar-benar terlempar dengan mulus dan menerobos jendela itu sendiri.
            Awalnya ia tersenyum saja, tidak masalah, rumahnya kosong, dan mana berani keluaraga setan itu memarahinya? Jadi ia keluar dari jendelanya dan berjalan menuju balkon untuk mempertajam penglihatannya, siapa tahu ia bisa melihat laki-laki itu melalui lobang di jendela yang dihasilkannya tadi.
            Tahu apa yang lebih sial? Ternyata kamarnya kosong dan gelap. Setan. Pasti setan itu sudah pergi berkeliaran entah kemana.
            Sekali lagi, aku tidak membicarakan vampir.
            Dengan itu ia segera mengambil handphone mahal namun cacat karena gores-gores dibadan handphone itu. ia menekan nomor satu lama-lama dan langsung tersambung ke nomor setan itu. yah, tentu saja, laki-laki setan ini memiliki arti besar baginya jadi ia membuat dial speed hanya untuk laki-laki itu dengan nomor satu. Karena mungkin, dia adalah yang terutama bagi hidupnya, juga mungkin, dia adalah satu-satunya yang dilihat oleh gadis ini
            “ hei.. heeeiiiiiii!!!” terdengar sayup-sayup suara music yang biasa kau dengar di pesta. Yah, inilah kebiasaannya, bangun ditengah malam itu menghadiri pesta yang diadakan oleh siapapun yang merasa dirinya kaya untuk membuat manusia satu sekolahan bisa masuk kedalam rumah dan meminum bir-bir mahal itu. dia sendiri selalu bersemangat dan selalu ada dimanapun pesta diadakan. Kapan lagi bisa mendapatkan bir gratis dan juga, mungkin gadis gratis?
            “ where.are.yo—“
            “ YOU NOW THAT I NEED YOUUUUUUUUU” setan. Dia benar-benar sedang menelpon setan yang saat ini berteriak tepat ditelinganya secara tidak langsung dan seketika terdengar suara music dari Skrillex dan Diplo itu. sial.
            “ hei! Seriously are you thereee? Devil please go outside and listen to me!”
            “already there”
            “w-what, where?” entah otaknya rusak ia langsung saja membuka tirai jendela dan tidak menemukan apapun selainb daun-daun yang berjatuhan karena musim gugur ini “don’t lie to me bitch”
            “in your head maybe? Ahahaa nonono.. im here outside, like what you said sweeeetyyyyyy”
            Tentu saja, bodoh! Ia menepuk dahinya keras-keras
            “hey! You alright?”
            “probably. Listen. You have break your promise.”
            “nonono… I promise that I will never leave ya.. and I never break em y’know.. its just I have to take these beer because I have no money to buy ‘em and you don’t really care. So its you who break your promise to take care of me”
            “son of bitch” dia menyerah. Berbicara dengan orang gila yang kapasitas kegilaaanya makin bertambah karena bir-bir sialan itu memang benar-benar tidak dapat membantu
            “okay.. just leave that party, come to my room. A s a p or I will cut ya throat”
            “whoa. Do ya trying to tease me? Fine just prepared yourself, like maybe some lingerie or—“
            “JUST DO IT BITCH”
            Ia mengerang “fine, maybe at zero a.m. I promise kay” ia melihat
Tuhan.. setan ini benar-benar telah naik tingkat menjadi Incubus.
Lima belas detik menuju hari baru. Setan itu benar-benar belum datang. Ia memejamkan matanya. Lelah karena laki-laki itu atau juga lelah karena otak laki-laki itu yang tidak pernah berjalan. Dalam kegelapan ia melihat sosok yang berusaha memasuki kamarnya dengan memukul-mukul jendela, ia mempertajam penglihatannya. Satu sosok dengan tanduk di kepalanya dan berwarna merah. Seta—n astaga! Ini mimpi? Dia memang meyuruh setan itu untuk kerumahnya tapi laki-laki itu yang dimaksudnya. Bukan setan seperti ini ya Tuhan apa yang terjadi astaga.
“GOD!!!”
“hey!” setan itu mendekat, tapi ia mengeluarakan suara serak khas laki-laki sialan itu setelah meminum berbotol-botol bir.  Sial, dia memang selalu mengatai laki-laki itu setan tapi bukan berarti ia harus berubah menjadi setan seperti ini ya Tuhan!
“hey” untuk kedua kalinya setan itu mengeluarkan suaranya dan kali ini ditambah dengan tangannya yang mendekati wajah gadis itu dan seperti mencoba untuk mencolok matanya
“DON’T TOUCH ME AHHHHHH”
            “hey?” ia membuka matanya dan berdiri dan berlindung dengan selimut juga bantal guling sebagai gantinya. Siapa tahu iler-iler yang membentuk pulau di bantalnya itu bisa berubah menjadi racun dan akan membuat setan itu mati dengan mengenaskan
            “for god sake are you only can say one word ‘hey’ in this world?!”
            “no, technically, I have so many words, but I bet you wont be hear that since all you have doing its just close your eyes like you want to swallowed em, and you face like you just meet an Incubus who want to raped you. See, I have so many words!” sementara penglihatannya masih kabur, ia mengerutkan alisnya, apa yang terjadi?
            Kali ini ia benar-benar membuka lebar matanya dan bersiap-siap untuk melempar banatl guling itu ke wajah si setan.
            Tapi hei, apakah setannya berubah bentuk menjadi laki-laki ini? sejak kapan?
            “you?! Godness, I thought you were a devil or incubus”
            Ia mengerutkan keningnya, jua memutar bola matanya lalu meletakkan tas sandang di meja belajar gadis itu. “seriously, Thalia, I knew you’ve call me devils for a millions time but you cant just say that im the real devils ughh. You have dreaming okay. Now help me to take this out”
            “what’s that?”
            “a beer? a free beer? we will doing an beer’s party?” Thalia hanya memutar bola matanya mendengar cara bicara idiot ini. oke, ia tidak akan memanggil laki-laki itu setan lagi. Sumpah.
            “Liam, you know that is illegal right”
            “illegal what? to drinking em or illegal to take em? If its drinking, you were fucking twenty years old just shut up and let it be and if its take them. No you are a thousand wrong because I take them from Gilbert’s party and you know how rich he is and also wasted and im sure if I take all of them he will never mind because everyone are scared of me”
            “except me”
            Ia mengangguk “except you”
---to be continued--

yaaahh jadi ini another so-called-1d-series hahah ituu, yg ada Going Nowhere(Harry), Tattoo(Zayn) dan Like a Fool(Louis) haha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar