Seratus sepuluh detik menuju pergantian
hari, ia masih saja duduk dipinggiran kasur itu, sesekali menggoyang-goyangkan
kakinya, uring-uringan di kasur atau bangkit dan membuka tirai jendelanya.
Kemana setan itu pergi?
Harusnya
ia sudah berada tepat di kamar gadis ini dari satu jam yang lalu. Karena
janjinya begitu. Tapi yah, orang gila mana yang bisa mempercayai janji
seseorang yang sama gilanya dengannya?
Tentu saja gadis ini mempercayainya.
Dia selalu begitu terhadap apapun. Sekalipun kau mengatakan suatu saat
lemarinya akan berubah menjadi batangan emas jika ia sabar
menunggu, sudah pasti ia percaya tanpa ada
bantahan.
Itu baru kau yang bukan
siapa-siapanya melontarkan kata-kata sampah ia sudah percaya. Apalagi laki-laki
ini? makhluk gila yang selalu tidur di siang hari dan bangun di tengah malam.
Aku tidak berbicara tentang vampir,
Demi Tuhan…
Seperti di tengah malam ini, dia
bangun dari tidur (yang menurut gadis ini) tampan. Ia yang tahu laki-laki itu
telah bangun dengan cepat-cepat menelfonnya karena ia telah melempar batu ke
jendela kamar laki-laki itu melalui jendelanya, tapi sial menghinggapinya
karena entah karena terlalu semangat atau gravitasi yang menuntunyya, batu yang
dilemparkan itu malah benar-benar terlempar dengan mulus dan menerobos jendela
itu sendiri.
Awalnya ia tersenyum saja, tidak
masalah, rumahnya kosong, dan mana berani keluaraga setan itu memarahinya? Jadi
ia keluar dari jendelanya dan berjalan menuju balkon untuk mempertajam
penglihatannya, siapa tahu ia bisa melihat laki-laki itu melalui lobang di
jendela yang dihasilkannya tadi.
Tahu apa yang lebih sial? Ternyata
kamarnya kosong dan gelap. Setan. Pasti setan itu sudah pergi berkeliaran entah
kemana.
Sekali lagi, aku tidak membicarakan
vampir.
Dengan itu ia segera mengambil
handphone mahal namun cacat karena gores-gores dibadan handphone itu. ia
menekan nomor satu lama-lama dan langsung tersambung ke nomor setan itu. yah,
tentu saja, laki-laki setan ini memiliki arti besar baginya jadi ia membuat dial speed hanya untuk laki-laki itu
dengan nomor satu. Karena mungkin, dia adalah yang terutama bagi hidupnya, juga
mungkin, dia adalah satu-satunya yang dilihat oleh gadis ini
“ hei.. heeeiiiiiii!!!” terdengar
sayup-sayup suara music yang biasa kau dengar di pesta. Yah, inilah
kebiasaannya, bangun ditengah malam itu menghadiri pesta yang diadakan oleh
siapapun yang merasa dirinya kaya untuk membuat manusia satu sekolahan bisa
masuk kedalam rumah dan meminum bir-bir mahal itu. dia sendiri selalu
bersemangat dan selalu ada dimanapun pesta diadakan. Kapan lagi bisa
mendapatkan bir gratis dan juga, mungkin gadis gratis?
“ where.are.yo—“
“ YOU NOW THAT I NEED YOUUUUUUUUU”
setan. Dia benar-benar sedang menelpon setan yang saat ini berteriak tepat
ditelinganya secara tidak langsung dan seketika terdengar suara music dari
Skrillex dan Diplo itu. sial.
“ hei! Seriously are you thereee?
Devil please go outside and listen to me!”
“already there”
“w-what, where?” entah otaknya rusak
ia langsung saja membuka tirai jendela dan tidak menemukan apapun selainb
daun-daun yang berjatuhan karena musim gugur ini “don’t lie to me bitch”
“in your head maybe? Ahahaa nonono..
im here outside, like what you said sweeeetyyyyyy”
Tentu saja, bodoh! Ia menepuk
dahinya keras-keras
“hey! You alright?”
“probably. Listen. You have break
your promise.”
“nonono… I promise that I will never
leave ya.. and I never break em y’know.. its just I have to take these beer
because I have no money to buy ‘em and you don’t really care. So its you who
break your promise to take care of me”
“son of bitch” dia menyerah.
Berbicara dengan orang gila yang kapasitas kegilaaanya makin bertambah karena
bir-bir sialan itu memang benar-benar tidak dapat membantu
“okay.. just leave that party, come
to my room. A s a p or I will cut ya throat”
“whoa. Do ya trying to tease me?
Fine just prepared yourself, like maybe some lingerie or—“
“JUST DO IT BITCH”
Ia mengerang “fine, maybe at zero
a.m. I promise kay” ia melihat
Tuhan.. setan ini benar-benar telah naik
tingkat menjadi Incubus.
Lima belas detik menuju hari baru. Setan
itu benar-benar belum datang. Ia memejamkan matanya. Lelah karena laki-laki itu
atau juga lelah karena otak laki-laki itu yang tidak pernah berjalan. Dalam
kegelapan ia melihat sosok yang berusaha memasuki kamarnya dengan memukul-mukul
jendela, ia mempertajam penglihatannya. Satu sosok dengan tanduk di kepalanya
dan berwarna merah. Seta—n astaga! Ini mimpi? Dia memang meyuruh setan itu
untuk kerumahnya tapi laki-laki itu yang dimaksudnya. Bukan setan seperti ini ya
Tuhan apa yang terjadi astaga.
“GOD!!!”
“hey!” setan itu mendekat, tapi ia
mengeluarakan suara serak khas laki-laki sialan itu setelah meminum
berbotol-botol bir. Sial, dia memang
selalu mengatai laki-laki itu setan tapi bukan berarti ia harus berubah menjadi
setan seperti ini ya Tuhan!
“hey” untuk kedua kalinya setan itu
mengeluarkan suaranya dan kali ini ditambah dengan tangannya yang mendekati
wajah gadis itu dan seperti mencoba untuk mencolok matanya
“DON’T TOUCH ME AHHHHHH”
“hey?” ia membuka matanya dan
berdiri dan berlindung dengan selimut juga bantal guling sebagai gantinya.
Siapa tahu iler-iler yang membentuk
pulau di bantalnya itu bisa berubah menjadi racun dan akan membuat setan itu
mati dengan mengenaskan
“for god sake are you only can say
one word ‘hey’ in this world?!”
“no, technically, I have so many
words, but I bet you wont be hear that since all you have doing its just close
your eyes like you want to swallowed em, and you face like you just meet an
Incubus who want to raped you. See, I have so many words!” sementara
penglihatannya masih kabur, ia mengerutkan alisnya, apa yang terjadi?
Kali ini ia benar-benar membuka
lebar matanya dan bersiap-siap untuk melempar banatl guling itu ke wajah si
setan.
Tapi hei, apakah setannya berubah
bentuk menjadi laki-laki ini? sejak kapan?
“you?! Godness, I thought you were a
devil or incubus”
Ia mengerutkan keningnya, jua
memutar bola matanya lalu meletakkan tas sandang di meja belajar gadis itu.
“seriously, Thalia, I knew you’ve call me devils for a millions time but you
cant just say that im the real devils ughh. You have dreaming okay. Now help me
to take this out”
“what’s that?”
“a beer? a free beer? we will doing
an beer’s party?” Thalia hanya memutar bola matanya mendengar cara bicara idiot
ini. oke, ia tidak akan memanggil laki-laki itu setan lagi. Sumpah.
“Liam, you know that is illegal
right”
“illegal what? to drinking em or
illegal to take em? If its drinking, you were fucking twenty years old just
shut up and let it be and if its take them. No you are a thousand wrong because
I take them from Gilbert’s party and you know how rich he is and also wasted
and im sure if I take all of them he will never mind because everyone are
scared of me”
“except me”
Ia mengangguk “except you”
---to be continued--
yaaahh jadi ini another so-called-1d-series hahah ituu, yg ada Going Nowhere(Harry), Tattoo(Zayn) dan Like a Fool(Louis) haha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar