Minggu, 19 Januari 2020

ayo, putuskan.

Entah harus kuagungkan jiwamu kepada sang Fajar
Dengan permainannya, yang mengelabuiku menuju bukit tidak bercahaya
Menipuku bahwa tidak ada lagi kirana untukku, gelap redup gulita.
Menungguku untuk menyerah.

Lalu permainan selesai, aku menang, kau beri hadiah;
Seonggok cahaya yang tidak terhingga

Atau haruskah kumuliakan jiwamu pada sang Senja
Dengan elok lembayung senjanya menuntunku kepada hamparan ombak, berkejaran menarikku untuk tenggelam.
Tidak ada permainan, hanya segubuk euforia
Antara bertahan kepadanya
Di kala seisi alam menggodaku tenggelam

Pada akhirnya,
Bertahan pada lembayung senja yang meredup gulita.
Tamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar