Minggu, 16 November 2014

Shame

a/n: silahkan dengarkan lagu chandelier-s.i.a/madilyn bailey. bagusan madilyn bailey sih.... hehe maap kalau grammarnya salah, saya benci pelajaran tenses:''''')
---



one two three one two three DRINK!

Gadis penyenang. Gadis tanpa rasa malu. Sang pemberi kesenangan.
Gadis dengan gelar banyak yang tidak perlu kusebutkan, memindahkan isi bir dalam gelas itu kedalam mulut murahannya. Seraya menghitung satu, dua, tiga dan berteriak hingga seseorang yang mengerti jeritannya itu berlari dengan botol bir yang lebih banyak lagi untuk gadis ini.

Ini tidak menyakitkan. Ini tidak melukai, sungguh. Bahkan ini dapat memberinya dua manfaat; materi dan nafsu setannya. Dua hal sialan ini dapat terpenuhi dengan kegiatan rutinnya ini. Tidak menyakitkan, kan?

where is your ear?! I said MORE!”
“tapi maaf, miss. Kau belum membayar bir sebelumnya. Dan ini sudah bir yang ke enam sembilan” sial. Dia selalu lupa—atau mungkin sengaja melupakan untuk membayar anggur sialan ini
“dan lalu?! Aku harus berhenti untuk meminumnnya? Then, eat my lips” tanpa menunggu reaksi orang di depannnya. Langsung saja dia tekan wajahnya dengan wajah laki-laki yang bahkan tidak dikenalinya itu. terus hingga bibir itu menyatu layaknya telah di beri pelekat. Laki-laki itu tanpa pikir panjang memeluk gadis di depannya dan membawanya pada tempat dimana mereka lebih leluasa melakukan apapun.

Sudah kubilang. Dialah Gadis pemberi kesenangan.

Phone's blowin' up, ringin' a doorbell, I  feel the love, feel the love

Empat jam berlalu. Dia terbangun dengan tubuh polosnya. Beranjak dari tempatnya, memakai pakaiannya dan mencari celana laki-laki itu. mengambil banyak lembaran uang dari dalam dompet yang berada di celana laki-laki itu. dan menyisakannya untuk bayaran birnya. Bayaran bir dengan uang pelayan bar itu sendiri.
Ia menundukkan dan menempelkan wajahnya pada wajah laki-laki itu dengan memberi ucapan perpisahan yang terakhir;
thanks for your body and money, honey”

Berjalan melenggang menyusuri jalan pada dini hari memang tidak baik untuk gadis baik-baik. Sayang sekali, dia bukan gadis yang baik-baik. Maka, dia berjalan sembari berfikir dimana tempat yang dapat membuatnya bekerja
Seakan dewa Fortuna sangat setia menolongnya. Telepon genggamnya berbunyi dan menampilkan banyak pesan dari rekan kerjanya. Sekitar tiga belas orang meminta untuk didatangi. Orang yang ia butuhkan saat ini ialah laki-laki yang kaya, lajang serta rumah besar nan kosong karena ia akan bekerja hingga pagi dan dia butuh rumah yang hanya berisi satu orang.
Gotcha
Dengan hitungan detik dia menemukan laki-laki yang sesuai dengan kriterianya dan segera berjalan menuju rumah rekan kerjanya kali ini.
Dia terus berjalan tanpa berfikir baik buruknya yang dilakukannya ini. Terus bertahan demi hidupnya di hari esok. Meskipun selama ini dia menjalani hidupna seolah tiada hari esok. Terus bertahan, tanpa melihat kebelakang. Tanpa memikirkan apa yang dilakukannya. Dia menutup matanya erat. Tidak akan membuka hanya untuk berfikir. Mata ini hanya terbuka untuk apapun yang memenuhi nafsunya. Hal yang membuatnya bertahan hidup.

Menderingkan pintu rumah laki-laki ini, dia siap untuk menghadapi kesenangan selanjutnya. Dia akan berayun dari tiap lampu gantung ke lampu gantung lainnya. menghampiri satu dan yang lainnya, karena inilah yang dibutuhkannya. Untuk keberlangsungan hidupnya

Here comes the shame, comes the shame

Pada akhirnya ia terbangun atas berkat sinar matahari. Seperti biasanya dia kacau, seperti biasanya dia harus berlari dari sini. Dia harus kabur dari tempat ini. Seperti biasanya rasa malu datang atas tindakannya semalam. Namun, tidak seperti biasanya, dia tidak jadi lari dari tempat ini. Dia tidak sadar diri.

Pada kedua kalinya ia terbangun atas suasana ramai yang asing baginya saat ini. Dan kali ini dia benar-benar kacau; dia berada di menara eksekusi. Menara untuk mengeksekusi orang seperti dia. Tubuhnya digantung dengan kedua tangan yang diikat dan sebuah palu raksasa berada diatas kepalanya. Siap untuk dijatuhkan dan  menimpa orang yang dibawanya
one, two, three. Done”

Dan dia mati.

Dan kau harus tahu. Bahwa di tiap malam bukanlah dia yang mengendalikan tubuhnya. Sosok iblis telah berhasil memasuki tubuhnya, Succubus. Dan bagaimanapun. Hanya inilah cara agar dia terbebas dari kelakuan iblis sialan itu. dia tenang, iblis itu telah pergi menghinggapi tubuh gadis lain.
Dia bebas.

Kau juga harus tahu; apapun perbuatanmu semuanya ada pembalasan terbaik. Apapun itu.
Dan inilah pembalasan terbaik untuk gadis ini; mati. Dengan itu dia telah bebas

Dan lagi; seburuk apapun perbuatanmu, kau akan selalu mendapat malu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar