Minggu, 16 November 2014

when can i see u again?

a/n: ini panjangan judul daripada isi. serius. wqwqwq namanya juga flashfic. hehe.
ehya.. ini juga dibikin pas akhir-akhir smp. saya ga ngedit sama sekali, baca aja males.___.v



"Jadi kau mau bicara apa?"
"Aku susah menjelaskannya--hm, begini, kau tahu 'kan aku sudah lama menginginkan kuliah di harvard untuk melanjutkan gelas proffesor. Jadi---"
"Jadi kau akan kuliah disana! Begitu?"
"Kira-kira begitulah, tepatnya, aku mendapatkan beasiswa kuliah disana. Kau tahu?! Beasiswa! Hanya aku yang mendapatkannya dari banyaknya orang indonesia mendaftar!"
"Ohh-" "kalau begitu, tunggu apalagi? Ayo kemaskan barangmu! Bukankah itu yang kau mimpikan dari dulu kan?"
-------------
"Percayalah, dulu aku memang sangat ingin mendapat keajaiban yang membuatku bisa kuliah disana. Karna aku berpikir disana-lah kebahagiaanku, disana-lah kehidupanku sebenarnya dan disana-lah aku dapat mencapai cita-citaku. Tapi setelah aku bersamamu, pikiranku berubah, aku rasa kebahagiaanku,kehidupanku yang sebenarnya bukan disana melainkan ada pada dirimu. Aku tahu ini gila. Bahakan kau bukanlah tuhan yang bisa membuatku bahagia. Tapi aku sangat yakin bahwa bukan dengan kuliah disanalah aku akan bahagia. Berada disampongmu, itulah kebahagianku. Well kau yang memaksaku untuk pergi kesana. Jadi jangan salahkan aku jika kau akan menyesalinya. Selamat tinggal, jaga anak kita selama aku tidak ada dirumah!"

Aku masih ingat katanya waktu itu, sebelum ia melangkahkan kaki menuju ruang tunggu pesawat. Dia benar. Aku menyesalinya. Aku menyesal kenapa aku justru memaksaknya? Jika dia tidak pergi sudah pasti takkan berakhir seperti ini. Joanna, dia mengalami kecelakaan pesawat ketika pesawat akan mendarat di airport itu. Aku sungguh menyesal.
Kapan kita bertemu lagi?
Kapan kita bisa melakukan kegiatan yang biasa kita lakukan dengan Jordan, anakku dan kau?
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar