ehya.. ini juga dibikin pas akhir-akhir smp. saya ga ngedit sama sekali, baca aja males.___.v
"Jadi kau mau bicara
apa?"
"Aku susah
menjelaskannya--hm, begini, kau tahu 'kan aku sudah lama menginginkan kuliah di
harvard untuk melanjutkan gelas proffesor. Jadi---"
"Jadi kau akan kuliah
disana! Begitu?"
"Kira-kira begitulah,
tepatnya, aku mendapatkan beasiswa kuliah disana. Kau tahu?! Beasiswa! Hanya
aku yang mendapatkannya dari banyaknya orang indonesia mendaftar!"
"Ohh-" "kalau
begitu, tunggu apalagi? Ayo kemaskan barangmu! Bukankah itu yang kau mimpikan
dari dulu kan?"
-------------
"Percayalah, dulu aku
memang sangat ingin mendapat keajaiban yang membuatku bisa kuliah disana. Karna
aku berpikir disana-lah kebahagiaanku, disana-lah kehidupanku sebenarnya dan
disana-lah aku dapat mencapai cita-citaku. Tapi setelah aku bersamamu,
pikiranku berubah, aku rasa kebahagiaanku,kehidupanku yang sebenarnya bukan
disana melainkan ada pada dirimu. Aku tahu ini gila. Bahakan kau bukanlah tuhan
yang bisa membuatku bahagia. Tapi aku sangat yakin bahwa bukan dengan kuliah
disanalah aku akan bahagia. Berada disampongmu, itulah kebahagianku. Well kau
yang memaksaku untuk pergi kesana. Jadi jangan salahkan aku jika kau akan
menyesalinya. Selamat tinggal, jaga anak kita selama aku tidak ada
dirumah!"
Aku masih ingat katanya waktu
itu, sebelum ia melangkahkan kaki menuju ruang tunggu pesawat. Dia benar. Aku
menyesalinya. Aku menyesal kenapa aku justru memaksaknya? Jika dia tidak pergi
sudah pasti takkan berakhir seperti ini. Joanna, dia mengalami kecelakaan
pesawat ketika pesawat akan mendarat di airport itu. Aku sungguh menyesal.
Kapan kita bertemu lagi?
Kapan kita bisa melakukan
kegiatan yang biasa kita lakukan dengan Jordan, anakku dan kau?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar